Minggu, 30 September 2012

Essay Perkembangan Bahasa Indonesia

Mari kita bahas tentang Bahasa Indonesia tentunya tak bisa terlepas dari asal usul Bahasa Indonesia itu sendiri, apabila kita melihat perkembangan Bahasa Indonesia, Bahasa Indonesia berawal dari sebuah Bahasa Melayu yang akhirnya mengalami perubahan yang sangat derastis walaupun sedikit demi sedikit seiring dengan adanya pengukuhan secara resmi Bahasa Indonesia pada saat peristiwa Sumpah Pemuda tepat pada 28 Oktober 1928. Peristiwa tersebut secara langsung mengantarkan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Nasional Indonesia. Bahasa Indonesia sejak masa pemerintahan Orde Lama mengalami perkembangan yang ditandai dengan adanya bentuk ejaan lama contohnya seperti rangkaian dj, tj, oe,dan bentuk lain ejaan lama. Di samping kemunculan ejaan lama, perkembangan Bahasa Indonesia sangat dipengaruhi oleh kemunculannya para sastrawan Indonesia, mulai dari sastrawan angkatan 45, balai pustaka, hingga sastrawan-sastrawan muda yang saat ini mulai bermunculan. Terkait dengan sedikit ulasan sebelumnya, perkembangan Bahasa Indonesia dewasa ini berkembang sangat pesat. Perkembangan tersebut tidak hanya menimbulkan dampak positif, dampak negatifnya pun ada. Berkembangnya bahasa pergaulan yang saat ini mulai bermunculan mempengaruhi bentuk baku dari Bahasa Indonesia itu sendiri. Ejaan Yang disempurnakan(EYD) pun mulai terlupakan. Masyarakat merasa lebih nyaman berkomunikasi menggunakan bahasa yang dikenal dengan Bahasa Gaul. Mereka bahkan merasa tak mengikuti perkembangan jaman apabila tidak bisa berbicara dengan bahasa gaul tersebut, selain itu, kemunculan bahasa pergaulan itu memberikan efek domino terhadap munculnya bahasa-bahasa baru yang tentunya menyimpang dan menyalahi bentuk EYD itu sendiri. Bahasa-bahasa itu antara lain bahasa komunikasi yang digunakan oleh sebagian komunitas, golongan bahkan perkumpulan tertentu. Sebagai contoh bahasa yang digunakan oleh para waria yang sangat khas kita dengar. Sumber : www.ensiklopedia.com dan http://kompor.blogdetik.com/2009/10/17/perkembangan-bahasa-indonesia-sebagai-bahasa-nasional/

Rabu, 13 Juni 2012

MANUSIA dan PANDANGAN HIDUP

A. PANDANGAN HIDUP setiap manusia mempunyai pandangan hidup. pandangan hidup tersebut itu bersifat kodrati. karena itu ia menentukan masa depan seseorang. untuk itu perlu dijelaskan pula arti pandangan hidup. pandangan hidup artinya pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, atau petunjuk hidup didunia. pendapat atau pertimbangan itu merupakan hasil pemikiran manusia berdasarkan pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya. dengan demikian pandangan hidup itu bukanlah timbul seketika atau dalam waktu yang singkat saja, melainkan melalui proses waktu yang lama dan terus menerus, sehingga pemikiran itu dapat diuji kenyataannya. atas dasar ini manusia menerima hasil pemikiran itu sebagai pegangan, pedoman, arahan, atau petunjuk yang disebut pandangan hidup. berdasarkan asalnya pandangan hidup dibagi 3, yaitu : 1. pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya 2. pandangan hidup yang berupa ideologi yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang terdapat pada negara tersebut. 3. pandangan hidup hasil renungan yaitu pandangan hidup yang relatif kebenarannya. B. CITA-CITA Cita-cita adalah keinginan, harapan dan tujuan yang selalu ada dalam pikiran yang mau diperoleh seseorang pada masa mendatang. Faktor Manusia yang mau mencapai cita-cita itentukan oleh kualitas manusianya. Ada orang yang bertidak kemauan, sehingga yg di cita-citakan hanya menjadi khayalan. Cara keras dalam mencapai cita-cita merupakan suatu perjuangan hidup yang bila berhasil akan menjadikan dirinya merasa PUAS. Faktor Kondisi yang mempengaruhi tercapainya cita-cita, pada umumnya dapat disebut faktor yang menguntungkan dan faktor yang menghambat. Faktor Tingginya Cita-cita yg merupakan faktor ketiga dalam mencapai cita-cita. Tidak salah memiliki cita-cita setinggi bintang di langit, tetapi terkadang kenyataan hidup harusnya melihat kemampuan seseorang secara realita, atau mencapai cita-cita sesuai dengan kemampuan diri. C. KEBAJIKAN Kebajikan atau kebaikan dapat dikatakan perbuatan yang bermoral, atau perbuatan yang sesuai dengan norma-norma agama dan etika. Baik buruk, kebajikan dan ketidakbajikan menimbulkan daya kreatifitas bagi seniman. Faktor-faktor yg menentukan tingkah laku seseorang : 1. Faktor Pembawaan (heriditas) merupakan hal yg di turunkan /dipusakai oleh orang tua. 2. Faktor Lingkungan lingkungan membentuk jiwa seseorang meliputi lingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat. 3. Faktor Pengalaman Baik pengalaman pahit yang negatif maupung pengalaman manis yang sifatnya positif, memberikan suatu bekal yang selalu dipergunakan sebagai pertimbangan sebelum seseorang mengambil tindakan. D. USAHA ATAU PERJUANGAN Usaha atau perjuangan adalah sikap kerja keras untuk mewujudkan cita-cita. Tanpa usaha/perjuangan manusia tidak dapat hidup sempurna. Kerja keras dapat di lakukan dengan otak atau ilmu maupun dengan tenaga atau jasmani atau dengan keduanya. E. KEYAKINAN ATAU KEPERCAYAAN Keyakinan atau kepercayaan yang menjadi dasar pandangan hidup berasal dari akal atau kekuasaan allah. Menurut Prof. Dr. Harun Nasution, ada 3 aliran filsafat yaitu : 1. Aliran Naturalisme Hidup manusia itu dihubungkan dengan kekuatan gaib yang merupakan kekuatan tertinggi. Kekuatan gaib itu dari natur dan itu dari allah. 2. Aliran Intelektualisme Dasar aliran ini adalah logika atau akal. Manusia mengutamakan akal dan dengan akal manusia berpikir. 3. Aliran Gabungan Dasar aliran ini adalah kekuatan gaib dan juga akal. Kekuatan gaib misalnya kekuatan yang berasal dari allah dan percaya adanya allah sebagai dasar keyakinan. F. LANGKAH-LANGKAH BERPANDANGAN HIDUP YANG BAIK Setaip manusia pasti mempunyai pandangan hidup yang berbeda walau bagaimanapun bentuknya. Bagaimanapun bentuk suatu pandangan hidup itu tergantung pada diri kita sendiri. Ada yang memperlakukan pandangan hidup itu sebagai sarana untuk mencapai tujuan dan ada juga yang memperlakukannya sebagai penimbul kesejahteraan, ketentraman dan sebagainya. Pandangan hidup sebagai sarana untuk mencapai tujuan dan cita-cita dengan baik. Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut : 1. Mengenal kita harus mengenal dulu diri kita sendiri itu seperti apa dan bagaimana untuk menyesuaikan nya. 2. Mengerti kita harus mengerti semua apa yang telah kita lakukan dan apa yang sudah kita lakukan. 3. Menghayati apabila kita sudah mengenal dan mengerti selanjutnya kita harus menghayatinya dengan hati. Dalam artian kita melakukan nya sesuai keinginan dalam hati kita. 4. Meyakini Dalam melakukan suatu kegiatan kita harus menyakini dengan hati yang bersih dan berserah diri kepada allah. insyaallah kita akan di berikan suatu petunjuk yang bener oleh allah. 5. Mengabdi Setelah semua yang tadi telah kita lakukan tinggal kita mengabdi kepada negara dimana tempat kita tinggal. Dan tidak lupa juga membalas semua kebaikan kedua orangtua kita karna tanpa doa orangtua kita tidak akan bisa sukses. sumber : www.wikipedia.com

Selasa, 12 Juni 2012

APA ITU PHOBIA ???

Phobia adalah rasa ketakutan yang berlebihan pada sesuatu hal atau fenomena. Fobia bisa dikatakan dapat menghambat kehidupan orang yang mengidapnya. Bagi sebagian orang, perasaan takut seorang pengidap Fobia sulit dimengerti. Itu sebabnya, pengidap tersebut sering dijadikan bulan bulanan oleh teman sekitarnya. Ada perbedaan "bahasa" antara pengamat fobia dengan seorang pengidap fobia. Pengamat fobia menggunakan bahasa logika sementara seorang pengidap fobia biasanya menggunakan bahasa rasa. Bagi pengamat dirasa lucu jika seseorang berbadan besar, takut dengan hewan kecil seperti kecoak atau tikus. Sementara di bayangan mental seorang pengidap fobia subjek tersebut menjadi benda yang sangat besar, berwarna, sangat menjijikkan ataupun menakutkan. Kata “phobia” sendiri berasal dari istilah Yunani “phobos” yang berarti lari (fight), takut dan panik (panic-fear), takut hebat (terror). Istilah ini memang dipakai sejak zaman Hippocrates. Walaupun ada ratusan macam phobia tetapi pada dasarnya phobia-phobia tersebut merupakan bagian dari 3 jenis phobia, yang menurut buku DSM-IV (Diagnostic and Statistical Manual for Mental Disorder IV) ketiga jenis phobia itu adalah: 1. Phobia sederhana atau spesifik (Phobia terhadap suatu obyek/keadaan tertentu) seperti pada binatang, tempat tertutup, ketinggian, dan lain lain. 2. Phobia sosial (Phobia terhadap pemaparan situasi sosial) seperti takut jadi pusat perhatian, orang seperti ini senang menghindari tempat-tempat ramai. 3. Phobia kompleks (Phobia terhadap tempat atau situasi ramai dan terbuka misalnya di kendaraan umum/mall) orang seperti ini bisa saja takut keluar rumah. Penyebab Phobia Phobia dapat disebabkan oleh berbagai macam hal. Pada umumnya phobia disebabkan karena pernah mengalami ketakutan yang hebat atau pengalaman pribadi yang disertai perasaan malu atau bersalah yang semuanya kemudian ditekan kedalam alam bawah sadar. Peristiwa traumatis di masa kecil dianggap sebagai salah satu kemungkinan penyebab terjadinya phobia. Lalu bagaimana menjelaskan tentang orang yang takut akan sesuatu walaupun tidak pernah mengalami trauma pada masa kecilnya? Martin Seligman di dalam teorinya yang dikenal dengan istilah biological preparedness mengatakan ketakutan yang menjangkiti tergantung dari relevansinya sang stimulus terhadap nenek moyang atau sejarah evolusi manusia, atau dengan kata lain ketakutan tersebut disebabkan oleh faktor keturunan. Misalnya, mereka yang takut kepada beruang, nenek moyangnya pada waktu masih hidup di dalam gua, pernah diterkam dan hampir dimakan beruang, tapi selamat, sehingga dapat menghasilkan kita sebagai keturunannya. Seligman berkata bahwa kita sudah disiapkan oleh sejarah evolusi kita untuk takut terhadap sesuatu yang dapat mengancam survival kita. Pada kasus phobia yang lebih parah, gejala anxiety neurosa menyertai penderita tersebut. Si penderita akan terus menerus dalam keadaan phobia walaupun tidak ada rangsangan yang spesifik. Selalu ada saja yang membuat phobia-nya timbul kembali, misalnya thanatophobia (takut mati), dll. Perlu kita ketahui bahwa phobia sering disebabkan oleh faktor keturunan, lingkungan dan budaya. Perubahan-perubahan yang terjadi diberbagai bidang sering tidak seiring dengan laju perubahan yang terjadi di masyarakat, seperti dinamika dan mobilisasi sosial yang sangat cepat naiknya, antara lain pengaruh pembangunan dalam segala bidang dan pengaruh modernisasi, globalisasi, serta kemajuan dalam era informasi. Dalam kenyataannya perubahan-perubahan yang terjadi ini masih terlalu sedikit menjamah anak-anak sampai remaja. Seharusnya kualitas perubahan anak-anak melalui proses bertumbuh dan berkembangnya harus diperhatikan sejak dini khususnya ketika masih dalam periode pembentukan (formative period) tipe kepribadian dasar (basic personality type). Ini untuk memperoleh generasi penerus yang berkualitas. Berbagai ciri kepribadian/karakterologis perlu mendapat perhatian khusus bagaimana lingkungan hidup memungkinkan terjadinya proses pertumbuhan yang baik dan bagaimana lingkungan hidup dengan sumber rangsangannya memberikan yang terbaik bagi perkembangan anak, khususnya dalam keluarga. Berbagai hal yang berhubungan dengan tugas, kewajiban, peranan orang tua, meliputi tokoh ibu dan ayah terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak, masih sering kabur, samar-samar. Sampai saat ini masih belum jelas mengenai ciri khusus pola asuh (rearing practice) yang ideal bagi anak. Seperti umur berapa seorang anak sebaiknya mulai diajarkan membaca, menulis, sesuai dengan kematangan secara umum dan tidak memaksakan. Tujuan mendidik, menumbuhkan dan memperkembangkan anak adalah agar ketika dewasa dapat menunjukan adanya gambaran dan kualitas kepribadian yang matang (mature, wel-integrated) dan produktif baik bagi dirinya, keluarga maupun seluruh masyarakat. Peranan dan tanggung jawab orang tua terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak adalah teramat penting. Bila seseorang yang menderita phobia melihat atau bertemu atau berada pada situasi yang membuatnya takut (phobia), gejalanya adalah sebagai berikut: * Jantung berdebar kencang * Kesulitan mengatur napas * Dada terasa sakit * Wajah memerah dan berkeringat * Merasa sakit * Gemetar * Pusing * Mulut terasa kering * Merasa perlu pergi ke toilet * Merasa lemas dan akhirnya pingsan Cara Mengatasi a. Terapi berbicara. Perawatan ini seringkali efektif untuk mengatasi berbagai fobia. Jenis terapi bicara yang bisa digunakan adalah: 1. Konseling: konselor biasanya akan mendengarkan permasalahan seseorang, seperti ketakutannya saat berhadapan dengan barang atau situasi yang membuatnya fobia. Setelah itu konselor akan memberikan cara untuk mengatasinya. 2. Psikoterapi: seorang psikoterapis akan menggunakan pendekatan secara mendalam untuk menemukan penyebabnya dan memberi saran bagaimana cara-cara yang bisa dilakukan untuk mengatasinya. 3. Terapi perilaku kognitif (Cognitive Behavioural Therapy/CBT): yaitu suatu konseling yang akan menggali pikiran, perasaan dan perilaku seseorang dalam rangka mengembangkan cara-cara praktif yang efektif untuk melawan fobia. b. Terapi pemaparan diri (Desensitisation). Orang yang mengalami fobia sederhana bisa diobati dengan menggunakan bentuk terapi perilaku yang dikenal dengan terapi pemaparan diri. Terapi ini dilakukan secara bertahap selama periode waktu tertentu dengan melibatkan objek atau situasi yang membuatnya takut. Secara perlahan-lahan seseorang akan mulai merasa tidak cemas atau takut lagi terhadap hal tersebut. Kadang-kadang dikombinasikan dengan pengobatan dan terapi perilaku. c. Menggunakan obat-obatan. Penggunaan obat sebenarnya tidak dianjurkan untuk mengatasi fobia, karena biasanya dengan terapi bicara saja sudah cukup berhasil. Namun, obat-obatan ini dipergunakan untuk mengatasi efek dari fobia seperti cemas yang berlebihan. Terdapat 3 jenis obat yang direkomendasikan untuk mengatasi kecemasan, yaitu: 1. Antidepresan: obat ini sering diresepkan untuk mengurangi rasa cemas, penggunaannya dizinkan untuk mengatasi fobia yang berhubungan dengan sosial (social phobia). 2. Obat penenang: biasanya menggunakan obat yang mengandung turunan benzodiazepines. Obat ini bisa digunakan untuk mengatasi kecemasan yang parah, tapi dosis yang digunakan harus serendah mungkin dan penggunaannya sesingkat mungkin yaitu maksimal 4 minggu. Ini dikarenakan obat tersebut berhubungan efek ketergantungan. 3. Beta-blocker: obat ini biasanya digunakan untuk mengobati masalah yang berhubungan dengan kardiovaskular, seperti masalah jantung dan tekanan darah tinggi (hipertensi). Karena berguna untuk mengurangi kecemasan yang disertai detak jantung tak beraturan. Macam-macam Phobia Ablutophobia - takut untuk mencuci atau mandi >> sindrom kucingisme Acerophobia - takut akan rasa asam (orang yg sering diare) Achluophobia - takut akan kegelapan Acousticophobia - takut akan kebisingan Acrophobia - takut akan ketinggian Aeroacrophobia - takut akan ruang terbuka di ketinggian Agliophobia - takut akan rasa sakit. Agyrophobia - takut akan jalan atau menyeberang Aichmophobia - takut akan jarum atau benda runcing Alektorophobia - takut akan ayam Allodoxaphobia - takut akan pendapat Altophobia - takut akan ketinggian Amathophobia - takut akan debu >> orang alergi debu Ambulophobia - takut untuk berjalan >> orang lumpuh Amychophobia - takut digaruk atau menggaruk Ancraophobia - takut akan angin (Anemophobia) Androphobia - takut pria Angrophobia - takut marah Anthropophobia - takut orang atau masyarakat Antlophobia - takut banjir >> orang semarang Aphenphosmphobia - takut disentuh (Haphephobia) Apiphobia - takut lebah Arachibutyrophobia - takut selai kacang nempel di langit-langit mulut Arachnephobia or Arachnophobia - takut laba-laba Arithmophobia - takut angka >> gak bisa ngitung Arsonphobia - takut api Asthenophobia - takut pingsan Astrophobia - takut bintang atau ruang angkasa Asymmetriphobia - takut benda asimetris Athazagoraphobia - takut lupa, dilupakan Atychiphobia - takut akan kegagalan Aurophobia - takut emas >> orang kere Automysophobia - takut kotor Aviophobia or Aviatophobia - takut terbang >> burung penguin Ballistophobia - takut misil/peluru >> orang sipil Barophobia - takut akan gravitasi Bathmophobia - takut akan tangga atau bidang miring Bathophobia - takut akan kedalaman >> org yg gak bisa berenan Bibliophobia - takut akan buku >> buta huruf Bufonophobia - takut katak Caligynephobia - takut wanita cantik Carnophobia - takut daging >> vegetarian Cathisophobia - takut duduk >>orang bisulan di b**t Catoptrophobia - takut cermin >> orang buruk rupa Chaetophobia - takut akan rambut >> gundul Chionophobia - takut akan salju >> orang tropis Chiraptophobia - takut disentuh Chirophobia - takut akan tangan Chorophobia - takut menari >> orang yg kaku Chrometophobia or Chrematophobia - takut uang Chromophobia or Chromatophobia - takut akan warna Chronophobia - takut akan waktu Cibophobia - takut akan makanan >> orang yg guendut Cleithrophobia or Cleisiophobia - takut terkunci di ruang tertutup Cleptophobia - takut kemalingan Clinophobia - takut tidur Coimetrophobia - takut akan kuburan Coitophobia - takut akan coitus Coprastasophobia - takut akan sembelit Coprophobia - takut akan feces Coulrophobia - takut pada badut >> tdk punya selera humor Cyberphobia - takut akan komputer >> gak tau gunanya Deipnophobia - takut makan malam >> orang yg lg diet Demonophobia or Daemonophobia - takut setan Dentophobia - takut dokter gigi Dextrophobia - takut pada benda di sebelah kanannya Didaskaleinophobia - takut pergi ke sekolah >> mau test belum belajar Dipsophobia - takut minum >> krn perut dah njembling Dishabiliophobia - takut melepas baju di depan seseorang >> orang panuan Dystychiphobia - takut kecelakaan >> org yg naik mtr pelan2 Ecophobia - takut akan rumah >> sti Electrophobia - takut pada listrik Enochlophobia - takut pada keramaian Entomophobia - takut pada serangga Epistaxiophobia - takut pada mimisan Epistemophobia - takut akan ilmu pengetahuan >> orang bodoh yg tak mau brusaha Equinophobia - takut pada kuda Ergophobia - takut pekerjaan >> pemalas Febriphobia or Fibriphobia or Fibriophobia - takut demam Felinophobia - takut pada kucing (Ailurophobia, Elurophobia, Galeophobia, Gatophobia) Gamophobia - takut pada pernikahan Geliophobia - takut akan tertawa >> belum gosok gigi Geniophobia - takut pada dagu Genuphobia - takut pada lutut Gerascophobia- takut menjadi tua Glossophobia - takut berbicara di depan umum >> gogriers Hadephobia - takut pada neraka Haphephobia or Haptephobia - takut disentuh Heliophobia - takut pada matahari >> kalong Hemophobia or Hemaphobia or Hematophobia - takut pada darah Hippopotomonstrosesquippedaliophobia - takut pada kata-kata yang panjang >> SMS mania Hyelophobia or Hyalophobia - takut pada kaca Hygrophobia - takut pada cairan Hypsiphobia - takut akan ketinggian Iatrophobia - takut pada dokter >> pasien Ichthyophobia - takut pada ikan Koinoniphobia - takut pada kamar Lachanophobia - takut akan sayuran Laliophobia or Lalophobia - takut berbicara >> orang bisu Leukophobia - takut warna putih >> gak bisa nyuci baju dgn bersih Levophobia - takut pada benda2 di sebelah kiri Linonophobia - takut pada benang >> orang yg gak bisa njahit Lygophobia - takut akan kegelapan Mageirocophobia - takut memasak >> orang gak bisa masak Medomalacuphobia - takut kehilangan ereksi Medorthophobia - takut pada penis yang sedang ereksi Melanophobia - takut pada warna hitam Melophobia - takut atau benci musik >> orang tuli Menophobia - takut akan haid >> cowok Motorphobia - takut pada mobil >> orang lg nyebrang jalan Musophobia or Muriphobia - takut pada tikus Necrophobia - takut pada kematian Nephophobia - takut pada awan Noctiphobia - takut pada malam Nosophobia or Nosemaphobia - takut sakit Nostophobia - takut pulang ke rumah >> sti/ suami takut istri Numerophobia - takut pada angka >> orang yg gak bisa itung2an Octophobia - takut angka 8 Ombrophobia - takut pada hujan atau kehujanan >> orang yg ninggal jemuran Panophobia or Pantophobia - takut semuanya Papyrophobia - takut pada kertas >> orang gak bisa nulis & buta aksara Paraskavedekatriaphobia - takut hari Jumat tanggal 13 Parthenophobia - takut pada perawan Pediophobia - takut pada boneka >> soalnya bonekanya si chucky Phalacrophobia - takut menjadi botak Philemaphobia or Philematophobia - takut berciuman >> krn lawan mainnya kodok Pogonophobia - takut pada janggut Porphyrophobia - takut warna ungu Pteromerhanophobia - takut terbang >> burung kiwi Pyrophobia - takut pada api Scolionophobia - takut sekolah >> tukang bolos, gak ngerjain PR Selenophobia - takut pada bulan >> manusia serigala Somniphobia - takut tidur >> insomania Tachophobia - takut pada kecepatan >> mbah-mbah tuwo Telephonophobia - takut pada telepon >> orang yg tagihannya bengkak Thaasophobia - takut duduk >> orang bisulan di b**t Tremophobia - takut gemetar Trichopathophobia or Trichophobia - takut pada rambut (Chaetophobia, Hypertrichophobia). >> orang gundul forever Triskaidekaphobia - takut pada angka 13 >> orang bule Urophobia - takut akan air seni Vaccinophobia - takut akan vaksinasi >> anak kecil Venustraphobia - takut akan wanita cantik >> orang o'on Verbophobia - takut akan kata-kata Vestiphobia - takut akan pakaian >> orang gila Virginitiphobia - takut akan perkosaan >> wanita Wiccaphobia - takut akan sihir Xanthophobia - takut akan warna atau kata kuning Xenophobia - takut akan orang asing Xerophobia - takut akan kekeringan Xylophobia - takut akan benda dari kayu Xyrophobia - takut akan pisau cukur Zelophobia - takut cemburu Zeusophobia - takut akan Tuhan sumber : www.wikipedia.com

Rabu, 25 April 2012

Awalnya Cinta Dengan Sang Pacar (Bulan)

Awalnya gua pertama iseng iseng buka disalah satu Alat Komunikasi yang sedang populer sekali dikalangan masyarakat indonesia maupun di negara tetangga yaitu FACEBOOK, pertama gue liat akun facebook teman gue yang bernama khozan, disana sang wanita yang bernama akunnya Buland Rega Arega II sedang mengomentari status teman saya,dan awalnya gue add akun cewe tersebut, setelah itu dia mengonfrimasi gue dan dia mengirim message dengan ucapan TFR yaitu thanks for request ,dan setelah itu gue pun membalasnya dengan ucapan "sama sama kaka ,kaka gaul anak mana" dan lalu gua pun mulai deh pesan pesanan seperti anak gaul lainnya :D ini dia foto printscreen nya waktu gua pertama kali kenal sama bulan :
disamping adalah gambar printscreen pertama kali gua kenal bulan, dan dari situ kita mulai tukar - menukar nomor handphone disaat malam bulan sedang bete ngga ada satupun yang sms dan gua menawarkan diri untuk sms dia lalu bulan pun memberikan nomornya dan setelah itu gua mulai sms dia tetapi tidak ada jawaban ternyata dia tidur, setelah itu paginya dia bilang maaf aku tidur semalem :D ,dan waktu itu gua smsan ngga pernah putus ,tetapi waktu itu gua so jual mahal,jutekin dia dan gua waktu itu bilang "maaf ya smsnya udah dulu" disaat itu gua sedang anter temen gua bernama ariga,dan waktu itu bulan pun murung ngga gua sms, akhirnya dia sms gua duluan, disaat itu gua pernah bilang kalo dia labil dan tanggal 08 febuari 2012 dia message ke facebook gua dia berkata "udah aku apus tuh no kamu sekarang gak bakal ada lagi anak labil yang ganggu2 kamu.makasih sebelumnya" dan disaat dia ngomong gitu gua sangat amat merasa bersalah dan gua minta maaf ke dia dan mulai muncul perasaan cinta dihati gua, setelah itu gua udah manggil dengan sebutan SAYANG ,gua pengen banget ketemu sama dia dan suatu hari gua ngajak ketemu tetapi dia selalu gamau dan bilang gatau tempat :D setelah itu pada suatu malam tepatnya tanggal berapa dan malam apa gua lupa ,gua memberanikan mengajak dia ketemu didekat rumahnya dan akhirnya dia mau, gua pun kerumahnya dan menunggu di pos ronda dekat rumahnya, dan ada seorang wanita tua bertanya "nyari siapa de?" gua menjawab "nyari bulan nek" dan wanita tua itu sangat bingung soalnya disana tidak ada yang bernama bulan, setelah itu wanita tua itu ingat nama bulan itu dipanggil butet ,dan gua ditunjukin rumahnya,lalu gua sms bulan dan dia nyamperin ke pos tersebut dengan adenya,disaat itu adenya pun pulang dan balik lagi dengan membawa anak anak kecil lalu ngeledekin gua sama bulan ,disana rasa gua campur aduk ada seneng ,malu , suka dll,disaat ngoborl berdua gua bercanda canda dan ada satpam ,gua bilang ada satpam pindah yu ,dan gua pun diajak kerumahnya ,lalu ngobrol lagi .setelah itu gua pulang dan sms dia lagi,rasa suka gua udah mulai menjadi sayang :) setelah itu gua makin deket aja dan dia bilang gua adalah orang yang pertama sendirian kerumah dia,gua seneng banget tuh, dan waktu tanggal 18 februari 2012 gua nyatain rasa sayang gua ke dia dan dia mau jadi pacar gua dan JANJI JANJI pun mulai terucap.yang gua senengin itu adalah dia pernah bilang "KAMU PACAR YANG PERTAMA DATENG KERUMAH DAN ORANG YANG PERTAMA AKU IJININ MAIN KERUMAH,BIASANYA MANTAN MANTAN AKU DULU NGGA PERNAH AKU IZININ" gua seneng banget gua orang special di hidup dia,mulai dari sana rasa sayang gua makin bertambah sampai sekarang,dan gua garela banget dia pergi dari gua, kita pernah janji "NGGA BAKAL MACEM MACEM DIBELAKANG KAMU,GABAKAL BANDEL,GABAKAL BOSEN" dan yang lebih meyakinkan lagi dengan menyebut DEMI ALLAH :) gua seneng bangeeeeeeeeeet sumpah :) dan waktu itu dia bilang "KITA BAKAL SELAMANYA AKAN TERUS BERSAMA ,AKAN NIKAH DAN PUNYA KETURUNAN DUA" gua sama dia sepakat memberi nama anak cowo yaitu "FERLAN SURYATAMA" dan cewe "AFIQA HELAN CHANTIKA" di dalam nama cowo itu ada artinya yaitu FERLAN "singkatan dari Febuari heri bulan" suryatama ditambahin oleh pacar gua, dan yang cewe AFIQA gua ngambil dari nama anak kecil yang imut dan lucu HELAN "HERI BULAN" CHANTIKA itu supaya anaknya cantik kata pacar gua :D dan lebih gua senengin disaat kita anniv 2 bulan gua mau kasih hadiah kecil ke dia yaitu kalung yang hasil uangnya dari tabungan gua selama satu minggu, gua berharap dia seneng walaupun itu murah :) dia juga ngasih gua jam dan dia bilang kenapa aku ngasih jam kata dia "BIAR CINTA KITA TETAP BERPUTAR SELAMANYA SEPERTI JAM ITU" disaat dia ngomong gitu sumpah demi apapun gua seneeeeeeeeeng banget :) dan yang gua senengin gua sama dia sering SMS atau ngasih kabar yang selalu bareng ,kejadian itu tidak hanya satu kali dua kali atau tiga kali,bahkan lebih, disaat gua pedekate aja udah sering bareng gitu, dia dan gua bilan "KITA JODOH YANG AMIIIIIN" gua seneng bangeeet bangeeet banget :* masa masa gua sama dia gabakal gua lupain selamanya,gua bakal jaga dia sampe kapan pun dan gabakal gua rela pergi dari dia, GUA BAKAL TEPATIN SEMUA JANJI JANJI GUA YANG UDAH GUA TEPATIN :* maaaf ya sayang kalo kamu baca ada yang kurang aku cape ngetiknya semoga kamu baca dan kamu seneng :* aku gabakal lupa masa masa BAHAGIA,SEDIH,TAWA,CANDA SAMA KAMU bakal aku inget :* NB : TEPATIN JANJI JANJI KITA YA SAYANG :* MAAF KALAU AKU ADA SALAH SELAMA INI,DAN JUJUR DEMI APAPUN SUMPAH DEMI APAPUN AKU SAYANG AMAT SANGAT BANGET SAMA KAMU :* DON'T LEAVE FROM MY LIFE BABY :* AKU AKAN SETIA UNTUK KAMU :* SEMOGA CINTA INI ABADI SELAMANYA I LOVE YOU SO MUCH AND MORE :* THANKS :)

Manusia dan Keadilan

neraca Pengertian Keadilan Keadilan menurut Aristoteles adalah kelayakan dalam tindakan manusia. Kelayakan diartikan sebagai titik tengah antara kedua ujung ekstrem yang terlalu banyak dan terlalu sedikit. Kedua ujung ekstrem ini menyangkut dua orang atau benda. Bila kedua orang tersebut mempunyai kesamaan dalam ukuran yang telah ditetapkan, maka masing-masing orang harus memperoleh benda atau hasil yang sama, kalau tidak sama, maka masing – masing orang akan menerima bagian yang tidak sama, sedangkan pelangggaran terjadap proporsi tersebut disebut tidak adil. Keadilan oleh Plato diproyeksikan pada diri manusia sehingga yang dikatakan adil adalah orang yang mengendalikan diri dan perasaannya dikendalikan oleh akal. Socrates memproyeksikan keadilan pada pemerintahan. Menurut Socrates, keadilan akan tercipta bilamana warga Negara sudah merasakan bahwa pemerintah sudah melakukan tugasnya dengan baik. Mengapa diproyeksikan kepada pemerintah ? sebab pemerintah adalah pimpinan pokok yang menentukan dinamika masyarakat. Kong Hu Cu berpendapat bahwa keadilan terjadi apabila anak sebagai anak, bila ayah sebagai ayah, bila raja sebagai raja, masing-masing telah melaksanakan kewajibannya. Pendapat ini terbatas pada nilai-nilai tertentu yang sudah diyakini atau disepakati. Menurut pendapat yang lebih umum dikatakan bahwa keadilan itu adalah pengakuan dan pelakuan yang seimbang antara hak-hak dan kewajiban. Keadilan terletak pada keharmonisan menuntut hak dan menjalankan kewajiban. Atau dengan kata lain, keadilan adalah keadaan bila setiap orang memperoleh apa yang menjadi hak nya dan setiap orang memperoleh bagian yang sama dari kekayaan bersama. II. MACAM-MACAM KEADILAN a. KEADILAN LEGAL ATAU KEADILAN MORAL Plato berpendapat bahwa keadilan dan hukum merupakan substansi rohani umum dari masyarakat yang membuat dan menjadi kesatuannya. Dalam masyarakat yang adil setiap orang menjalankan pekerjaan menurut sifat dasarnya paling cocok baginya ( the man behind the gun ). Pendapat Plato itu disebut keadilan moral, sedangkan oleh yang lainnya disebut keadilan legal. Keadilan timbul karena penyatuan dan penyesuaian untuk member tempat yang selaras kepada bagian-bagian yang membentuk suatu masyarakat. Keadilan terwujud dalam masyarakat bilamana setiap anggota masyarakat melakukan fungsinya secara baik. Ketidakadilan terjadi apabila ada campur tangan terhadap pihak lain yang melaksanakan tugas-tugas yang selaras sebab hal itu akan menciptakan pertentangan dan ketidak keserasian. b. KEADILAN DISTRIBUTIF Aristotele berpendapat bahwa keadilan akan terlaksana bilamana hal-hal yang sama diperlakukan secara sama dan hal-hal yang tidak sama diperlakukan tidak sama (justice is done when equels are treated equally). c. KEADILAN KOMUTATIF Keadilan ini bertujuan untuk memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum.Bagi Aristoteles pengertian keadilan ini merupakan asas pertalian dan ketertiban dalam masyarakat. Semua tindakan yang bercorak ujung ekstrem menjadikan ketidakadilan dan akan merusak atau bahkan menghancurkan pertalian dalam masyarakat. d. KEJUJURAN Kejujuran atau jujur artinya apa-apa yang dikatakan seseorang sesuai dengan hati nuraninya, apa yang dikatakan sesuai dengan kenyataan yang ada. Sedang kenyataan yang ada itu adalah kenyataan yang benar-benar ada. Jujur juga berarti seseorang bersih hatinya dari perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh agama dan hukum. Untuk itu dituntut satu kata dan perbuatan, yang berarti bahwa apa yang dikatakan harus sama dengan perbuatannya. Karena itu jujur berarti juga menepati janji atau kesanggupan yang terlampir melalui kata-kata ataupun yang masih terkandung dalam hati nuraninya yang berupa kehendak, harapan dan niat. Sikap jujur itu perlu di pelajari oleh setiap orang, sebab kejujuran mewujudkan keadilan, sedang keadilan menuntut kemuliaan abadi, jujur memberikan keberanian dan ketentraman hati, serta menyucikan lagi pula membuat luhurnya budi pekerti. Pada hakekatnya jujur atau kejujuran di landasi oleh kesadaran moral yang tinggi kesadaran pengakuan akan adanya sama hak dan kewajiban, serta rasa takut terhadap kesalahan atau dosa. Adapun kesadaran moral adalah kesadaran tentang diri kita sendiri karena kita melihat diri kita sendiri berhadapan dengan hal yang baik dan buruk. Kejujuran besangkut erat dengan masalah hati nurani. Menurut M.Alamsyah dalam bukunya budi nurani dan filsafat berfikir, yang disebut nurani adalah sebuah wadah yang ada dalam perasaan manusia. Wadah ini menyimpan suatu getaran kejujuran, ketulusan dalam meneropong kebenaran local maupan kebenaran illahi (M.Alamsyah,1986 :83). Nurani yang di perkembangkan dapat jadi budi nurani yang merupakan wadah yang menyimpan keyakinan. Kejujuran ataupun ketulusan dapat di tingkatkan menjadi sebuah keyakinan atas diri keyakinannya maka seseorang di ketahui kepribadianya. Dan hati nurani bertindak sesuai dengan norma-norma kebenaran akan menjadikan manusianya memiliki kejujuran, ia akan menjadi manusia jujur. Sebaliknya orang yang secara terus-menerus berfikir atau bertindak bertentangan dengan hati nuraninya akan selalu mengalami konfik batin, ia akan selalu mengalami ketegangan, dan sifatnya kepribadiannya yang semestinya tunggal menjadi pecah. Untuk mempertahankan kejujuran, berbagai cara dan sikap yang perlu di pupuk. Namun demi sopan santun dan pendidikan, orang di perbolehkan berkata tidak jujur apabila sampai bata-batas yang di tentukan. Study kasus Nenek Nenek Pencuri Kakao vs Koruptor Sepertinya kasus kasus yang beterbangan di negara ini benar-benar beraneka ragam dengan keanehannya masing-masing. Seperti contohnya kasus yang baru saja terjadi di daerah Banyumas, Jawa Tengah. Nasib sial menimpa seorang nenek nenek yang ketahuan mencuri 3 biji kakao di daerah perkebunan yang akan dijadikan bibit dan sekarang nasibnya terancam hukuman percobaan 1 bulan 15 hari. Miris juga ya peradaban hukum di negara ini. Memang yang namanya pencurian tetap suatu kesalahan seberapapun besar kecilnya bila dipandang perlu ditindak lanjuti silahkan saja. Hanya saja yang jadi tak berimbang di sini adalah, seorang nenek nenek yang hanya mencuri 3 biji kakao harus berhadapan dengan meja hijau tanpa di dampingi pengacara karena tidak adanya kemampuan finansial untuk membayar jasa pengacara. Sementara koruptor a.k.a maling uang rakyat yang bermilyar milyar bahkan trilyunan bebas berkeliaran tanpa penyelesaian yang jelas. Mafia mafia peradilan, makelar makelar kasus bisa bebas berkeliaran dan hidup bermewah mewah. Memang benar bahwa semua itu sebagai proses peringatan supaya tidaklah menjadi contoh bagi yang lain dalam tindak pencurian. Tapi, apakah proses peradilan yang seadil-adilnya bagi koruptor dan para mafia peradilan tidak bisa ditegakkan seperti petugas hukum menindak tegas maling-maling ayam dan maling-maling seperti Ibu Minah? Masyarakat sangatlah bisa menilai sendiri seperti apa wajah hukum di negara kita ini. Ketimpangan yang terjadi di dunia hukum saat ini, seperti bergulirnya kasus Bibit – Chandra yang terus berjalan dan belum menemukan titik temu yang jelas, ditambah lagi saat ini sedang bergulir kasus Polisi vs Jurnalisme. Fiuh…kapan ya peradilan di negara ini bisa berlaku adil tanpa mencari kambing hitam? Opini Memang terkadang manusia lupa akan tugasnya agar berlaku adil terhadap siapapun, padahal di dunia ini harus serba seimbang, adil tanpa membedakan yg satu dengan yang lain. Hak dan kewajiban yang di terima setiap manusia pun juga harus adil, jangan hanya karena memiliki kekuasaan jadi berlaku tidak adil. Di negara Indonesia ini masih banyak yang belum bisa berlaku adil, masih banyak yang terpengaruh oleh kekuasaan, kenikmatan dan sebagainya sehingga melupakan mana yang benar dan mana yang patut di salahkan. Cara untuk bersikap adil menurut saya harus di mulai dari diri sendiri dulu bisa membedakan antara yang benar dan yang salah, kemudian jika ada sebuah masalah maka sebaiknya di lihat secara obyektif jangan subyektif.  SUMBER : http://sosbud.kompasiana.com/2009/11/21/nenek-nenek-pencuri-kakao-vs-koruptor/

Manusia dan Penderitaan

A. PENGERTIAN PENDERITAAN Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa sansekerta dhra artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan itu dapat lahir atau batin, atau lahir batin. Penderitaan termasuk realitas dunia dan manusia. Intensitas penderitaan bertingkat-tingkat, ada yang berat ada juga yang ringan. Namun peranan individu Juga menentukan berat tidaknya intensitas penderitaan. Suatu peristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang belurn tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencapai kenikmatan dan kebahagiaan. Penderitaan akan dialami oleh semua orang, hal itu sudah merupakan “risiko” hidup. Tuhan memberikan kesenangan atau kebahagiaan kepada umatnya, tetapi juga memberikan penderitaan atau kesedihan yang kadang-kadang bermakna agar manusia sadar untuk tidak memalingkan dariNya. Untuk itu pada urnumnya manusia telah diberikan tanda atau wangsit sebelumnya, hanya saja mampukah manusia menangkap atau tanggap terhadap peringatan yang diberikanNya? . Tanda atau wangsit demikian dapat berupa mimpi sebagai pemunculan rasa tidak sadar dari manusia waktu tidur, atau mengetahui melalui membaca koran tentang teIjadinya penderitaan. Kepada manusia sebagai homo religius Tuhan telah memberikannya banyak kelebihan dibandingkan dengan mahluk ciptaannya yang lain. tetapi mampukah manusia mengendalikan diri untuk melupakannya ? Bagi manusia yang tebal imannya musibah yang dialaminya akan cepat dapat menyadarkan dirinya untuk bertobat kepadaNya dan bersikap pasrah akan nasib yang ditentukan Tuhan atas dirinya. Kepasrahan karena yakin bahwa kekuasaan Tuhan memang jauh lebih besar dari dirinya, akan membuat manusia merasakan dirinya kecil dan menerima takdir. Dalam kepasrahan demikianlah akan diperolch suatu kedamaian dalam hatinya, sehingga secara berangsur akan berkurang penderitaan yang dialaminya, untuk akhimya masih dapat bersyukur bahwa Tuhan tidak memberikan cobaan yang lebih berat dari yang dialaminya. Berbagai kasus penderitaan terdapat dalam kehidupan. Banyaknya macam kasus penderitaan sesuai dengan liku-liku kehidupan manusia. Bagaimana manusia menghadapi penderitaan dalam hidupnya ? Penderitaan fisik yang dialami manusia tentulah diatasi secara medis untuk mengurangi atau menyembuhkannya. Sedangkan penderitaan psikis, penyembuhannya terletak pada kemampuan si penderita dalam menyelesaikan soal-soal psikis yang dihadapinya. Para ahli lebih banyak membantu saja. Sekali lagi semuanya itu merupakan “resiko” karena seseorang mau’hidup, Sehingga enak atau tidak enak, bahagia atau sengsara merupakan dua sisi atau masalah yang wajib diatasi. B. SIKSAAN Siksaan dapat diartikan sebagai siksaan badan atau jasmani, dan dapat juga berupa siksaan jiwa atau rokhani. Akibat siksaan yang dialami seseorang, timbullah penderitaan. Di dalam kitab suci diterangkan jenis dan ancaman siksaan yang dialami manusia di akhirat nanti, yaitu siksaan bagi orang-orang musyrik, syirik, dengki, memfitnah, mencuri, makan harta anak yatim, dan sebagainya. Antara lain, ayat 40 surat Al Ankabut menyatakan : “masing-masing bangsa itu kami siksa dengan ancaman siksaan, karena dosa-dosanya. Ada diantaranya kami hujani dengan batu-batu kecil seperti kaum Aad, ada yang diganyang dengan halilintar bergemuruh dahsyat seperti kaum Tsamud, ada pula yang kami benamkan ke dalam tanah seperti Qorun, dan ada pula yang kami tenggelamkan seperti kaum Nuh. Dengan siksaan-siksaan itu, Allah tidak akan menganiaya mereka, namun mereka jualah yang menganiaya diri sendiri, karena dosa-dosanya. Siksaan yang dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari banyak terjadi dan banyak dibaca di berbagai media massa. Bahkan kadang-kadang ditulis di halaman pertama dengan judul huruf besar, dan kadang-kadang disertai gambar si korban. di satu pihak kasus siksaan, perkosaan, perampokan, pembunuhan dan lain-lain merupakan sumber keuntungan. Karena dengan mengekspose berita-berita seperti itu, koran itu cukup laku, dan mempunyai oplaag yang tinggi. Siksaan yang sifatnya psikis misalnya kebimbangan, kesepian dan ketakutan. 1. Kebimbangan Kebimbangan dialami oleh seseorang bila ia pada suatu saat tidak dapat menentukan pilihan mana yang akan diambil. Misalnya pada suatu saat apakah seseorang yang bimbang itu pergi atau tidak, siapakah dari kawannya yang akan dijadikan pacar tetapnya. Akibat dari kebimbangan seseorang berada dalam keadaan yang tidak menentu, sehingga ia merasa tersiksa dalam hidupnya saat itu. Bagi orang yang lemah berpikirnya, masalah kebimbangan Akan lama dialami, sehingga siksaan itu berkepanjangan. 2. Kesepian Kesepian dialami oleh seseorang merupakan rasa sepi dalam dirinya sendiri atau jiwanya walaupun ia dalarn lingkungan orang ramai, Kesepian ini tidak boleh dicampur adukkan dengan keadaan sepi seperti yang dialami oleh petapa atau biarawan yang tinggalnya ditempat yang sepi. Tempat mereka memang sepi tetapi hati mereka tidak sepi. Kesepian juga merupakan salah satu wujud dari siksaan yang dapat dialami oleh seseorang. Seperti halnya kebimbangan, kesepian perlu cepat diatasi agar seseorang jangan terus menerus merasakan penderitaan batin. 3. Ketakutan Ketakutan merupakan bentuk lain yang dapat menyebabkan seseorang mengalami siksaan batin. Bila rasa takut itu dibesar-besarkan yang tidak pada tempatnya, maka disebut sebagai phobia. Pada umumnya orang memiliki satu atau lebih phobia ringan seperti takut pada tikus, ular, serangga dan lain sebagainya. Tetapi pada sementara orang ketakutan itu sedemikian hebatnya sehingga sangat mengganggu. Seperti pada kesepian, ketakutan dapat juga timbul atau dialami seseorang walaupun lingkungannya ramai, sebab ketakutan merupakan hal yang sifatnya psikis. Ada 10 jenis objek yang paling sering ditakuti oleh manusia atau mereka yang masuk dalam sumber phobia di muka bumi ini. 1. Claustrophobia dan Agoraphobia Ooustrophobia adalah rasa takut terhadap ruangan tertutup. Agoraphobia adalah ketakutan yang disebabkan seseorang berada di tempat terbuka. 2. Takut ular Ini merupakan jenis phobia yang paling sering dijumpai. Ketakutan secara berlebihan pada ular dikaitkan pada kemampuan nenek moyang kita bertahan di alam liar. Ular sejak dulu dianggap hewan berbisa, menjijikkan, dari masa ke masa. Bahkan juga diidentikkan dengan setan oleh keyakinan tertentu. Ternyata phobia akan ular ini bersifat evolusioner, diturunkan oleh nenek moyang manusia sejak zaman dulu sampai sekarag. 3. Takut laba-laba Ditemukan bahwa kaum perempuan empat kali lipat lebih banyak jumlahnya yang takut atau jijik pada laba-laba daripada kaum lelaki. Pada studi yang dipublikasikan di jurnal Evolution and Human Behavior, David Rakison dari Carnegie Mellon University di Pittsburgh mengatakan bahwa bayi perempuan usia 11 bulan mampu mengekspresikan ketakutan begitu melihat gambar laba0laba dan ular, sedangkan bayi lelaki tidak. Teori evolusi mengatakan bahwa hal itu wajar, sebab kaum perempuan sering bersua laba-laba di rumah, atau saat mereka menyiapkan makanan di dapur. Sedangkan kaum lelaki cenderung diajarkan untuk berani pada hewan tersebut ketika berada di alam liar 4. Takut pada orang lain Pernah bertemu orang yang mukanya memerah saat bicara di depan orang banyak? Berkeringat, susah bicara atau gagap atau bahkan sampai sakit perut? Itulah ciri-ciri orang yang takut pada orang lain atau dikenal dengan nama sosialphobia. Sebanyak 15 juta orang Amerika dewasa menderitanya, demikian menurut National Institute of Mental Health. Yang parah, kadang bukan saat melakukan pembicaraan di depan umum saja. Penderita sosialphobia juga kerap kesulitan makan atau minum di depan orang banyak. Gejalanya baru terlihat setelah memasuki usia puber. 5. Takut ketinggian Ini adalah jenis phobia yang juga lumayan banyak penderitanya. Diperkirakan sebagnyak 3-5% dari seluruh populasi dunia menderita akrophobia, takut berada di tempat tinggi. Pada riset yang pernah dilakukan, penderita akrophobia merasa semua tempat tinggi berjarak lebih tinggi dari yang sesungguhnya. Misalnya tinggi sebenarnya hanya 3 meter, maka di mata penderita akrophobia, mereka seperti melihat obyek yang tingginya 6 meter. 6. Takut kegelapan Takut pada kegelapan yang diderita anak-anak ternyata adalah phobia paling umum juga. “Anak-anak mempercayai imajinasinya bahwa di kegelapan bisa mendadak muncul hanti, penculik, atau perampok,” jelas Thomas Ollendick, profesor psikologi dan direktur Child Study Center di Virginia Tech. Secara normal, ketakutan ini akan hilang seiring dengan bertambahnya usia. Namun jika hingga usia dewasa kita masih menderita ketakutan pada gelap, maka artinya kita menderita nyctophobia. 7. Takut kilat dan halilintar Bagi para penderita phobia ini, suara halilintar dan kilat akan terasa seperti menghentak jantung, bahkan membuat mereka berkeringat. Penderita yang parah bahkan sampai memutuskan pindah ke daerah yang aman dari petir dan kilat., demikian kata John Westefeld, ilmuwan dari University of Iowa. Westefeld melaporkan, dari surveinya terhadap mahasiswa di tahun 2006, sebanyak 73% menderita ketakutan ringan pada cuaca. Namun kebanyakan mereka malu untuk mengakuinya. Bagi mereka yang phobia pada kilat dan halilintar, ada baiknya mulai melatih rasa panik dan kecemasan. 8. Takut terbang Jangan dikira mereka ini orang udik yang belum pernah naik pesawat, sebab faktanya sebanyak 25 juta warga Amerika juga menderita phobia ini. Nama penyakitnya adalah aviophobia, dimana seseorang sangat takut naik pesawat. Bisa jadi memang sudah sejak lahir begitu, atau ada yang pernah mengalami kecelakaan pesawat sehingga merasa trauma naik pesawat lagi, sebab peristiwa mengerikan itu terus terbayang. 9. Takut Anjing Tidak usah harus anjing besar jenis doberman, anjing yang imut macam pudel pun ditakuti. Penderita cynophobia ini mengalami rasa takut digigit anjing, bisa jadi memang pernah digigit atau melihat orang lain digigit anjing, demikian menurut profesor psikologi Brad Schmidt dari Ohio State University. 10. Takut Dokter Gigi Bukan cuma anak kecil lho yang takut ke dokter gigi, orang dewasa juga ada. Sebanyak 9-20 oersen orang Amerika ternyata menghindari memeriksakan giginya ke dokter walau sudah dalam kondisi parah sekalipun. Rasa takut ini lebih disebabkan oleh rasa nyeri yang timbul ketika plak gigi dibersihkan, dan memang tidak semua orang bisa menahannya Apa yang membuat seseorang menjadi phobia ? Ahli-ahli medis mempunyai pendapat yang berbeda-beda dan banyak penderita yang mempunyai teori tentang asal mula dati ketakutan mereka. Kebanyakan phobianya dimulai dengan suatu schock emosional atau suatu tekanan pada waktu tertentu, misalnya pekerjaan baru, kematian dalam keluarga, suatu operasi atau sakit yang serius. Beberapa penderita mengatakan bahwa mereka memang merasa gelisah dan tertekan sejak masih kanan-kanak, tetapi phobia juga dapat berkembang dalam diri orang-orang yang kelihatannya tenang dan mantap. Untuk mengatasi phobia yaitu dengan hipnoterapi. mengkondisikan gelombang otak klien pada gelombang alfa atau theta dan menjaganya pada gelombang tersebut. Ketika klien berada pada gelombang alfa atu theta, maka semua memori yang pernah terjadi pada diri klien mulai dari janin sampai dia dewasa dapat diakses atau diingat kembali. Betul, itulah kehebatan pikiran bawah sadar kita yang mampu merekam semua kejadian/peristiwa yang pernah kita alami. Dengan begitu kita dapat mengetahui kapan pertama kali klien mengalami kejadian yang membuatnya phobia. Dengan mengetahui pemicu pertama kalinya klien mengalami phobia, maka hal ini dapat diatasi dengan mudah. C. KEKALUTAN MENTAL Penderitaan batin dalam ilmu psikologi dikenal sebagai kekalutan mental. Secara lebih sederhana kekalutan mental dapat dirumuskan sebagai gangguan kejiwaan akibat ketidakmampuan seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah secara kurang wajar. Gejala-gejala permulaan bagi seseorang yang mengalami kekalutan mental adalah : a. nampak pada jasmani yang sering merasakan pusing, sesak napas, demam, nyeri pada lambung b. nampak pada kejiwaannya dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah marah. Tahap-tahap gangguan kejiwaan adalah : a. gangguan kejiwaan nampak dalam gejala-gejala kehidupan si penderita baik jasmani maupun rokhaninya b. usaha mempertahankan diri dengan cara negatif, yaitu mundur atau lari, sehingga cara bertahan dirinya salah; pada orang yang tidak menderitaganguan kejiwaan bila menghadapi persoalan, justru lekas memecahkan problemnya, sehingga tidak menekan perasaannya. Jadi bukan melarikan diri dari persoalan, tetapi melawan atau memecahkan persoalan. c. kekalutan merupakan titik patah (mental breakdown) dan yang bersangkutan mengalami gangguan Sebab-sebab timbulnya kekalutan mental. dapat banyak disebutkan antara lain sebagai berikut : a. kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang sempuma; b. terjadinya konflik sosial budaya akibat norma berbeda antara yang bersangkutan dengan apa yang ada dalam masyarakat, sehingga ia tidak dapat menyesuaikan diri lagi c. cara pematangan batin yang salah dengan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap kehidupan sosial; over acting sebagai overcompensatie. Proses-proses kekalutan mental yang dialami oleh seseorang mendorongnya ke arah a. Positif trauma (luka jiwa) yang dialami dijawab secara baik sebagai usaha agar tetap survive dalam hidup, misalnya melakukan sholat tahajut waktu malam hari untuk memperoleh ketenangan dan mencari jalan keluar untuk mengatasi kesulitan yang dihadapinya, ataupun melakukan kegitan yang positif setelah kejatuhan dalam kehidupan. b. Negatif trauma yang dialami diperlarutkan atau diperturutkan, sehingga yang bersangkutan mengalami frustasi,yaitu tekanan batin akibat tidak tercapainya apa yang diinginkan. Bentuk frustasi antara lain : 1) agresi berupa kemarahan yang meluap-luap akibat emosi yang tidak terkendali dan secara fisik berakibat mudah terjadinya hypertensi (tekanan darah tinggi) atau tindakan sadis yang dapat membahayakan orang sekitarnya. 2) regresi adalah kembali pada pola reaksi yang primitif atau kekanak-kanankan (infantil), misalnya dengan menjerit-jerit,menangis sampai meraung-raung.memecah barang-barang. 3) fiksasi adalah peletakan atau pembatasan pada satu pola yang sama (tetap), misalnya dengan membisu, memukul-mukul dada sendiri, membentur-benturkan kepala pada benda keras. 4) proyeksi merupakan usaha melemparkan atau memproyeksikan kelemahan dan sikap-sikap sendiri yang negatif pada orang lain, kata pepatah: awak yang tidak pandai menari, dikatakan lantai yang terjungkit, 5) identifikasi adalah menyamakan diri dengan seseorang yang sukses dalam imaginasinya, misalnya dalam kecantikan yang bersangkutan menyamakan diri dengan bintang film, dalam soal harta kekayaan dengan pengusaha kaya yang sukses. 6) narsisme adalah self love yang berlebihan, sehingga yang bersangkutan merasa dirinya lebih superior daripada orang lain. 7) autisme adalah gejala menutup diri secara total dari dunia riil, tidak mau berkomunikasi dengan orang lain, ia puas dengan fantasinya sendiri yang dapat menjurus ke sifat yang sinting. Penderita kekalutan mental banyak terdapat dalam lingkungan seperti : 1) kota-kota besar yang banyak memberi tantangan-tantangan hidup yang berat, sehingga orang merasa dikejar-kejardalam memenuhi kebutuhan hidupnya 2) anak-anak muda usia yang tidak berhasil dalam mencapai apa yang dikehendaki atau diidam-idamkan, karena tidak berimbangnya kemampuan dengan tujuannya, 3) wanita pada umumnya lebih mudah merasakan suatu masalah yang dibawanya kedalam hati atau perasaannya, tetapi sulit mengeluarkan perasaannya tersebut. sementara itu mereka memiliki kondisi tubuh yang lebih lemah, sehingga kaum wanitalah yang banyak menjadi penderita psikosomatisme (penyakit akibat gangguan kejiwaan) daripada kaum pria 4) orang yang tidak beragama tidak memiliki keyakinan, bahwa diatas dirinya ada kekuasaan yang lebih tinggi, sehingga sifat pasrah umumnya tidak dikenalnya 5) orang yang terlalu mengejar materi sumber : www.google.com

Mencari Solusi Atas Krisis Penegakan Hukum Indonesia Dengan Penyehatan Penegakan Hukum Berkeadilan

Kondisi penegakan hukum (law enforcement) di Indonesia saat ini sedang mengalami krisis dan “sakit”. Fenomena ini terjadi karena aparat penegak hukum yang merupakan elemen penting dalam proses penegakkan hukum sering kali terlibat dalam berbagai macam kasus pidana, terutama kasus korupsi. Implikasi nyata dari kondisi ini adalah hukum kehilangan ruhnya yakni keadilan. Oleh karenanya, sudah menjadi rahasia umum bahwa saat ini hukum ibarat sebuah pisau yang sangat tajam jika digunakan ke bawah namun sangat tumpul jika digunakan ke atas. Syafi’i ma’arif menyatakan, jika fenomena ini tidak segera diatasi dan disembuhkan maka dalam jangka panjang akan mengakibatkan lumpuhnya penegakkan hukum di Indonesia. Fenomena tersebut belum banyak direspon secara khusus oleh institusi pendidikan hukum di Indonesia. Oleh karenanya sebagai upaya menyehatkan proses penegakkan hukum, Centre for Local Law Development Studies (CLDS) FH UII mengadakan Focus Group Discusion (FGD) pada hari Sabtu 28 Januari 2012 yang dimoderatori oleh Prof. Jawahir Thontowi. SH., Ph.D, di Ruang Audio Visual Kampus FH UII Taman siswa Yogyakarta. Dalam acara tersebut, CLDS FH UII menghadirkan 2 pembicara, dari kalangan akademisi hukum (Dr. Mudzakkir, SH., MH) dan praktisi hukum (Wirawan Adnan. SH) yang telah mengemukakan beberapa gagasannya terkait penyehatan penegakkan hukum di Indonesia demi mewujudkan keadilan. Dr. Mudzakkir, SH., MH selaku pembicara pertama mengemukakan dalam perjalanannya dari masa ke masa, hukum tidak diorientasikan pada upaya mewujudkan keadilan. Hukum cenderung digunakan sebagai alat untuk mewujudkan kepentingan-kepentingan oleh penguasa negara. Pada masa kolonialisme, hukum dijadikan alat untuk menjajah warga pribumi. Pada masa Presiden Soekarno hukum dijadikan alat revolusi. Pada masa pemerintahan Presiden Soeharto hukum dijadikan alat pembangunan. Adapun pada masa reformasi sampai sekarang hukum dijadikan alat kekuasaan (politik). Hal ini yang menjadi salah satu faktor penyabab “sakitnya” penegakkan hukum di Indonesia. Hukum tidak diorientasikan sebagaimana seharusnya yakni mewujudkan keadilan, namun dijadikan alat untuk mencapai tujuan oleh para penguasa Negara. Wirawan Adnan SH (praktisi hukum) selaku pembicara kedua mengemukakan ada beberapa penyakit dalam penegakan hukum yang menyebabkan sakitnya penegakkan hukum di Indonesia. Pertama, penegak hukum menegakkan hukum sesuai dengan hukum namun tidak mewujudkan keadilan. Hal ini sering terjadi dalam suatu persidangan yang menangani kasus pidana. Contoh dari penyakit ini adalah kasus pencurian sandal jepit yang terjadi beberapa waktu yang lalu. Kedua, penegak hukum menegakkan keadilan tanpa melandasinya dengan suatu hukum. Hukum dan keadilan seharusnya berjalan seiringan. Penegak hukum perlu menegakkan hukum namun juga penting memperhatikan sisi keadilan. Demikian juga penegak hukum perlu menegakkan keadilan namun juga harus mendasarkannya pada suatu aturan hukum. sumber : www.google.com